SEJARAH SINGKAT EDITING

Motion picture film diciptakan baru di abad ke sembilan belas. Film yang pertama kali ada dan dibuat, tidak melalui proses editing video maupun audio sama sekali. Hanya terdiri dari satu kali pengambilan gambar (single shot) yang dilakukan secara berkesinambungan. Editing seperti yang kita ketahui secara perlahan-lahan baru dikembangkan kemudian. Pada saat lumiere bersaudara Louis dan Auguste lumiere mulai membuat film, editing belum menjadi salah satu bagian dari proses pembuatan film. Film pada saat itu masih terdiri dari satu buah shot (single shot) dengan panjang durasi yang sama dengan kejadian sesungguhnya (real time) dan belum ada manipulasi waktu, seperti pada film La sortie des usines (1895), film ini dibuat dengan shot dan kamera yang statis. Kebanyakan film pada saat itu masih berupa sebuah rekaman dari kejadian sebenarnya/nyata. Pada saat itu cerita dibentuk secara spontan hingga akhimya menghasilkan cerita yang tak memerlukan adanya pemotongan film sama sekali. Hal ini terus terjadi hingga pada suatu saat pembuat film menyadari, bahwa film tersebut bisa dipotong dan mampu menggabungkan beberapa pengambilan gambar yang terpisah menjadi satu gabungan yang mampu menciptakan kesan terjadinya sebuah cerita, pada saat itu editing mulai dikenal.

Film yang bercerita dengan editing yang dilakukan masih sangat sederhana pertama kali diperkenalkan oleh Georges Méliès. Film Le Voyage Dans la Lune – A Trip to the Moon (1902) film pertamanya yang menggambarkan perjalanan orang ke bulan hanya menggunakan editing untuk kesinambungan bercerita (cutting to continuity). Editing yang dilakukan Melies hanya terdiri dari satu shot untuk tiap-tiap adegan yang disambungnya.

moon

Le Voyage Dans la Lune – A Trip to the Moon (1902) by Georges Méliès

Read the rest of this entry »